“Double S “ Finalis Kompetisi Bisnis Mahasiswa 2020

Adanya pandemi Covid-19 tak mengentikan langkah mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang untuk mengasah kemampuan. Tim Double-s yang beranggotakan Shalsabilla Febriantika dan Sherly Lola Zuraida berhasil melaju ke babak final dalam Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu, Bisnis, Manajemen dan Keuangan (KBMK) 2020. Selanjutnya mereka akan menjalani proses final dan grand final pada tanggal 17 Sepetember 2020. Universitas Muhammadiyah Malang merupakan satu satunya perguruan tinggi yang mampu lolos ke babak final dengan kuantitas terbanyak pada kategori Perencanaan Bisnis dengan aspek SDG. “Ini membuktikan bahwa kampus kami tidak kalah dengan kampus-kampus lainnya” ujar Sherly ketika diwawancarai Selasa (01/09). Shalsa dan Sherly merupakan mahasiswa yang sedang menempuh semester 7 di tahun ini. “Saya bersyukur mempunyai teman seperti Shalsa yang selalu membawa positive vibes, dia yang menguatkan dan memotivasi saya mempelajari hal-hal baru termasuk untuk mengikuti lomba ini” ucap Sherly. Konsep yang diangkat oleh mereka dalam lomba perencanaan bisnis kali ini adalah mengenai Sustainable Developments Goals number 1: No Poverty. Bisnis ini merupakan kolaborasi antara para pedagang kaki lima dan sinergi antara masyarakat serta komunitas sosial “Ketimbang Ngemis”. Mereka berharap suatu saat akan merealisasikan program bisnis ini sebagaimana dengan apa yang telah direncanakan. (*/npl).
Syahmi Kafin Fahreza, Mahasiswa Prodi Manajemen yang Lulus Tanpa Skripsi

Skripsi merupakan tugas akhir yang akan menentukan seorang mahasiswa itu bisa menyandang gelar Sarjana ataupun Ahli Madya. Rangkaian skripsi ini harus diikuti oleh semua mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Sebagian besar mahasiswa merasakan mengerjakan skripsi itu cukup berat dan sulit,kadang juga stres. Namun hal ini tidak berlaku bagi Syahmi Kafin Fahreza mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang yang lulus kuliah tanpa skripsi. Syahmi mengganti skripsinya tersebut dengan karya ilmiah yang dia hasilkan selama perkuliahan dan memenangkan perlombaan di tingkat nasional. “Berawal dari ketertarikan pada bidang fashion, sehingga membuat saya ingin menyalurkan dalam bentuk bisnis. Saya akhirnya membuat brand fashion di bidang alas kaki atau sepatu”,ujar Syahmi Ketika berkuliah di Universitas Muhammadiyah Malang membantu saya untuk berkembang dan memutuskan untuk berpartisipasi perlombaan bussiness plan, dimana saya membuat karya yg unik dan pertama didunia dengan membuat sepatu yang multifungsi dan menggunakan unsur kain batik yang merupakan ciri khas Indonesia”,sambungnya. Produk yang dihasilkan Syahmi dan tim diberi nama Sepatu Batik Four In One (SETIAWAN MUNGIL). “Alhamdulillah produk sepatu ini membawa saya dan tim memperoleh juara 1 Nasional bussiness plan ASIA di Padang, dan juara 1 Bussiness Plan Festival di Salatiga”. Kemenangan saya bukan semata mata hanya untuk saya seorang melainkan berkat support dari keluarga, teman, dan para mentor atau dosen pembimbing yang sangat memberi impact pada diri saya. Sehingga saya bisa mendapatkan privilege untuk mendapatkan kelulusan tanpa skripsi”pungkasnya dalam mengakhiri wawancara.(*/npl).