Maraknya Isu ‘Greenwashing’ Global, Akademisi UMM Ingatkan Pentingnya Etika Bisnis dan Transparansi

ANALISIS PAKAR. Isu kelestarian lingkungan hidup kini bukan lagi sekadar tanggung jawab sosial, melainkan instrumen krusial di panggung ekonomi internasional. Namun, antusiasme global ini dinodai oleh maraknya praktik greenwashing. Laporan investigatif utama yang dilansir dari majalah ekonomi The Economist baru-baru ini gencar menyoroti strategi pemasaran manipulatif tersebut, di mana banyak perusahaan global mengklaim produk atau operasional mereka telah “net-zero” atau ramah lingkungan, padahal kenyataannya hanya kosmetik pemasaran belaka. Dalam jangka panjang, fenomena ini tidak hanya merusak kredibilitas industri, tetapi juga memicu krisis kepercayaan konsumen (consumer distrust). Menyoroti fenomena internasional tersebut, pakar etika bisnis sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM mengingatkan para pelaku usaha akan pentingnya mengembalikan komitmen bisnis pada koridor etika. Mengacu pada konsep Triple Bottom Line (Profit, People, Planet) oleh John Elkington, kesuksesan finansial tidak boleh mengorbankan kelestarian bumi dan kesejahteraan sosial. Konsumen masa kini, khususnya Gen Z dan Milenial, sudah semakin melek literasi hijau (green literacy). Mereka sangat kritis dalam melacak transparansi serta rekam jejak otentik dari sebuah brand. Pandangan mengenai pentingnya integritas dan keberlanjutan (sustainability) dalam bisnis inilah yang menjadi salah satu pilar pengajaran utama di Prodi Manajemen UMM. Nilai-nilai etika dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) tidak berdiri sendiri, melainkan diintegrasikan ke dalam seluruh lini konsentrasi: Manajemen Pemasaran: Membekali mahasiswa cara membangun strategi green marketing yang jujur, transparan, dan berbasis nilai (value-driven communication) tanpa terjebak aksi klaim palsu. Manajemen Operasi: Melatih mahasiswa dalam merancang sistem manufaktur yang minim emisi dan efektif guna mengurangi jejak karbon perusahaan. Komitmen konkret prodi dalam mendukung keberlanjutan sektor industri strategis ini diwujudkan secara nyata melalui program unggulan Center of Excellence (CoE) Supply Chain Management. Melalui kelas profesional ini, mahasiswa diajarkan pentingnya implementasi logistik hijau (Green Logistics) dan rantai pasok yang ramah lingkungan dari hulu ke hilir. Langkah progresif ini memastikan lulusan Manajemen UMM siap menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya lihai mencetak profit, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral demi masa depan bumi yang lebih baik.