KRS Online Semester Ganjil 2026-2027

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi merilis informasi dan lini masa pelaksanaan Kartu Rencana Studi (KRS) Daring (Online) untuk Semester Ganjil periode 2026/2027. Pengumuman ini penting bagi seluruh mahasiswa untuk segera mempersiapkan administrasi akademik agar status perkuliahan tetap aman. Ayo, seluruh mahasiswa Program Studi Manajemen! Jangan lupa untuk mencatat tanggal-tanggal penting yang tertera. Proses pengisian KRS Daring dijadwalkan berlangsung pada 3 Agustus hingga 5 September 2026. Ingat, mahasiswa yang tidak melakukan KRS atau tidak mengajukan cuti resmi akan otomatis berstatus non-aktif, dan biaya studi akan tetap dihitung. Untuk informasi lengkap mengenai alur pengaktifan kembali, pengajuan cuti, hingga kontak call center pelayanan, silakan simak poster panduan resmi di bawah ini:
Strategi Cerdas Mahasiswa Manajemen Memulai Investasi Saham dan Reksa Dana sejak Bangku Kuliah

TIPS & EDUKASI. Di tengah meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pengelolaan keuangan, investasi tidak lagi menjadi aktivitas yang identik dengan kalangan profesional atau mereka yang telah memiliki penghasilan besar. Saat ini, mahasiswa pun memiliki kesempatan yang sama untuk mulai berinvestasi dan membangun fondasi keuangan jangka panjang sejak bangku kuliah. Perkembangan teknologi finansial dan kemudahan akses pasar modal telah membuka peluang bagi generasi muda untuk berinvestasi dengan modal yang relatif terjangkau. Melalui berbagai aplikasi investasi yang telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mahasiswa kini dapat membeli produk reksa dana maupun saham dengan nominal mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah. Kondisi ini menjadikan investasi sebagai salah satu keterampilan finansial yang relevan untuk dipelajari sejak dini. Pentingnya investasi bagi generasi muda juga mendapat perhatian serius dari OJK. Dalam berbagai program edukasi pasar modal, OJK secara aktif mendorong mahasiswa dan generasi muda untuk memahami investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan masa depan. OJK menilai bahwa peningkatan jumlah investor muda memberikan kontribusi positif bagi perkembangan pasar modal Indonesia sekaligus menjadi modal penting dalam membangun budaya investasi yang sehat dan berkelanjutan. Data terbaru OJK menunjukkan bahwa lebih dari 54 persen investor pasar modal Indonesia berusia di bawah 30 tahun. Fakta ini menunjukkan bahwa generasi muda, termasuk mahasiswa, kini menjadi kelompok yang semakin dominan dalam ekosistem investasi nasional. Namun, pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai agar keputusan investasi dilakukan secara rasional dan terukur. Menurut salah satu dosen Manajemen Keuangan FEB, mahasiswa yang ingin memulai investasi perlu memahami prinsip dasar bahwa investasi bukanlah sarana untuk cepat kaya, melainkan proses membangun aset secara bertahap dan berkelanjutan. Oleh karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan dana yang digunakan berasal dari “uang dingin”, yaitu dana yang tidak digunakan untuk kebutuhan pokok kuliah maupun biaya hidup sehari-hari. Selain itu, mahasiswa juga disarankan menerapkan metode Dollar Cost Averaging (DCA), yakni menyisihkan sejumlah dana tetap secara rutin setiap bulan untuk diinvestasikan. Strategi ini membantu investor pemula mengurangi risiko akibat fluktuasi harga pasar sekaligus membangun disiplin finansial dalam jangka panjang. Pendekatan tersebut banyak direkomendasikan karena tidak mengharuskan investor menebak kapan waktu terbaik membeli instrumen investasi. Bagi mahasiswa yang baru memulai, reksa dana sering kali menjadi pilihan yang lebih ramah bagi pemula karena dikelola oleh manajer investasi profesional dan menawarkan tingkat diversifikasi yang lebih baik. Setelah memahami dasar-dasar investasi dan profil risiko pribadi, mahasiswa dapat mulai mempelajari instrumen saham yang berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi dalam jangka panjang, meskipun dengan risiko yang juga lebih besar. Para ahli keuangan juga menekankan bahwa keuntungan terbesar yang dimiliki investor muda bukanlah besarnya modal, melainkan waktu. Semakin awal seseorang mulai berinvestasi, semakin besar peluang memanfaatkan efek compounding atau bunga berbunga, yaitu keuntungan investasi yang terus berkembang karena hasil investasi sebelumnya ikut menghasilkan keuntungan baru. Dengan kata lain, investasi yang dimulai saat kuliah memiliki potensi pertumbuhan yang jauh lebih besar dibandingkan investasi yang baru dimulai beberapa tahun setelah lulus. Kesadaran terhadap pentingnya literasi keuangan dan investasi ini juga menjadi bagian dari proses pembelajaran di Program Studi Manajemen UMM. Melalui laboratorium pasar modal, kuliah investasi, seminar praktisi, serta pembelajaran terintegrasi pada konsentrasi Manajemen Keuangan, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami mekanisme pasar modal secara lebih mendalam dan aplikatif. Tidak hanya mempelajari teori investasi, mahasiswa juga diperkenalkan pada analisis fundamental, analisis laporan keuangan, manajemen risiko, serta simulasi transaksi pasar modal yang mendekati kondisi riil. Penguasaan kompetensi tersebut kemudian dipadukan dengan perspektif Manajemen Pemasaran, Manajemen SDM, dan Manajemen Operasi sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami bisnis secara menyeluruh, tetapi juga memiliki kecerdasan finansial yang kuat. Pada akhirnya, investasi bukanlah soal seberapa besar uang yang dimiliki hari ini, melainkan seberapa cepat seseorang memulai kebiasaan finansial yang baik. Bagi mahasiswa manajemen, belajar berinvestasi sejak bangku kuliah bukan hanya langkah menuju kemandirian finansial, tetapi juga bagian penting dari pembentukan kompetensi sebagai calon pemimpin bisnis di masa depan.