BERITA. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB-UMM) kembali membekali mahasiswa peserta Center of Excellence (CoE) dengan ilmu lapangan skala internasional. Pada Sabtu (30/5/2026) siang, suasana ruang perkuliahan Prodi Manajemen tampak hidup dengan kehadiran Sangkala Rahmat, SE., seorang pengusaha sukses sekaligus owner dari perusahaan ekspor-impor CV. Lumos Agro Karya.

Di hadapan sekitar 30 mahasiswa peserta CoE Supply Chain Management (SCM), Sangkala Rahmat membagikan pengalaman berharga mengenai dinamika logistik global, manajemen kualitas produk, hingga strategi menghadapi tantangan nyata di dunia industri.

Dalam sesi yang berlangsung interaktif ini, Sangkala mengawali materi dengan menceritakan sejarah berdirinya Loka Fiber, lini produk miliknya yang berfokus pada pasar Business-to-Business (B2B). Beliau memaparkan bagaimana proses kurasi serat kapuk berkualitas tinggi dipilih dan diproses dengan standar ketat.

Di bawah bendera CV. Lumos Agro Karya, komitmen terhadap kualitas yang berkelanjutan (continuous quality) dan integrasi sustainability (keberlanjutan) yang berfokus pada kebutuhan pelanggan (customer focus) menjadi kunci utama menembus pasar dunia. Produk serat kapuk ini terbukti mampu mengisi ekosistem aplikasi lintas industri yang sangat luas, mulai dari kebutuhan home living, industri umum, komponen heavy duty, hingga sektor special & safety.

Untuk memenuhi kebutuhan logistik internasional tersebut, Sangkala menjelaskan bahwa perusahaannya menerapkan standar kapasitas pengemasan sistem ball press yang fleksibel, mulai dari ukuran 25 kg hingga 100 kg guna efisiensi ruang kontainer.

   

Tidak hanya berbagi cerita sukses, praktisi muda ini juga mengajak mahasiswa membedah karakteristik global supply chain yang kompleks. Mahasiswa diajarkan secara riil mengenai sistem pembayaran internasional menggunakan Letter of Credit (L/C) serta bagaimana seorang eksportir harus jeli melihat struktur biaya, baik biaya yang terlihat (visible costs) maupun biaya tersembunyi (hidden costs) dalam pengiriman barang antarnegara.

Salah satu topik akademik yang dikupas secara praktis adalah fenomena Bullwhip Effect dalam supply chain, yakni kondisi di mana terjadi distorsi informasi yang mengakibatkan ketidakakuratan permintaan dari hulu ke hilir. Sangkala memberikan contoh nyata bagaimana mengantisipasi efek ini agar perusahaan tidak mengalami kerugian akibat penumpukan stok atau kekurangan bahan baku.

Kuliah praktisi bersama CV. Lumos Agro Karya ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Manajemen FEB-UMM untuk terus menjembatani teori akademis dengan realita Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Bagi mahasiswa yang ingin memiliki keahlian spesifik dan siap bersaing di era global, Prodi Manajemen UMM menyediakan dua skema program unggulan Center of Excellence (CoE) yang dapat diikuti, yaitu:

  1. CoE Supply Chain Management (SCM): Menyiapkan ahli logistik, manufaktur, ekspor-impor, dan operasional industri.
  2. CoE Tourism and Hospitality: Menyiapkan profesional dan akademisi di sektor manajemen perhotelan dan destinasi pariwisata internasional.

Melalui program CoE ini, lulusan Manajemen UMM tidak hanya dibekali dengan ijazah sarjana, melainkan juga kompetensi terapan dan jaringan (networking) luas bersama para pelaku industri terkemuka.