Jum’at 7 Februari 2025, Prodi Manajemen FEB – UMM punya gawe, yakni kegiatan Lokakarya Program Studi Manajemen yang dilaksanakan di Samara Hotel and Resort, Batu. Kegiatan dengan tema “Rekonstruksi Visi, Misi, Tujuan dan Strategi dalam Memperkuat Program Studi yang Berstandart Internasional” diawali dengan pembukaan oleh Wakil Rektor IV UMM, yakni Bapak Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD.

Dalam paparannya dihadapan seluruh dosen Program Studi Manajemen yang hadir, Wakil Rektor IV menyampaikan beberapa poin berkenaan dengan fenomena dan dinamika yang tengah terjadi dan harapan yang diinginkan kedepannya. “Perubahan ke arah yang lebih baik dengan selalu berinovasi perlu terus dilakukan untuk menunjukkan keunggulan yang dimiliki. Berangkat dari AUN-QA dan FIBAA bagaimana merancang kurikulum yang lebih baik, profil lulusan yang tidak hanya sekedar visi, misi, SWOT, tetapi tentunya yang penting juga memperhatikan proyeksi kedepan. Jenis pekerjaan yang masih dibutuhkan, peluang pekerjaan di masa depan, kompetensi apa yang dibutuhkan, merupakan hal yang paling dasar yang harus dilakukan” paparnya.

Ditambahkan, bahwa untuk membedakan diri dengan universitas lain, maka perlu dimunculkan keunikan (outstanding) terkait dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki. 60% lebih ke soft skill, hard skill / keilmuan 40%. Diberikan gambaran apabila sebuah perusahaan merekrut sarjana S1, maka yang dilihat pertama kali adalah attitude / soft skill nya sedangkan hard skill akan tetap dikembangkan pada saat di dunia kerja.

Kurikulum diharapkan tidak hanya berwujud sajian yang terkait dengan mata kuliah dan apa yang diberikan di kelas, tetapi merupakan keseluruhan yang diberikan kepada mahasiswa, baik di dalam maupun di luar kelas, termasuk juga interaksi dengan mahasiswa. Apabila ada keluhan dari mahasiswa, yang perlu direfleksikan adalah apakah mampu menjadi role model terkait etika dan penyelesaian permasalahannya.

Berkenaan dengan COE, dibutuhkan pendekatan interdisipliner, seperti beberapa COE sangat spesifik, namun akan lebih powerful impactnya jika interdisipliner. contohnya: SCM (manajemen dan teknik industri); HRD (Psikologi dan manajemen) sehingga perlu adanya sinergi.

Di akhir paparannya, Warek IV memberikan pesan berkenaan dengan revisi kurikulum. Revisi Kurikulum harus memenui syarat: 1) keluwesan, karena jika tidak luwes maka dalam mengelola apapun nantinya akan menghadapi kesulitan; 2) Trust terhadap anak didik, agar mendapatkan kompetensi selain dari dosen, dan COE ini juga merupakan salah satu jalan untuk menambah kompetensi bagi mahasiswa.