
Hadirkan Praktisi DUDI untuk memberikan review kurikulum COE pada acara lokakarya Program tudi Manajemen FEB – UMM dengan tema “Rekonstruksi Kurikulum Center Of Excellence (COE)”, merupakan salah satu wujud kongkrit prodi untuk memberikan yang terbaik bagi mahasiswanya, terutama yang mengiuti program Centre of Excellence (CoE).
Pada kegiatan lokakarya yang dilaksanakan pada Sabtu, 8 Februari 2025 bertempat di Samara Hotel and Resort, Batu, menghadirkan beberapa praktisi dari DUDI diantaranya adalah Titik S. Ariyanto (Manajer JTP Group), Sugitho Adi (GM Grand Mercure Mirama Malang dan Surabaya), Yanuar Arifin (GM Rayz UMM), Teguh Hadi Sautro (Kapal Garden dan Dormy Hostel), Agung (PT. Loka Fiber), Dwi (PT. IDAKU (Retail and Baking Supplier), (PT. Berdikari Meubel Nusantara), Bapak Heri (HRD PT. Bumi Pandaan Plastik), Bapak Wahyu (HRD PT. Berkat Ganda Sentosa).
Sekretaris Prodi Manajemen FEB – UMM, Dr. Iqbal Robbie, M.M, menyampaikan dalam pengantarnya, bahwa COE di program studi manajemen ada 2 kegiatan, yakni Tourism and Hospitality dan Supply Chain Management. Lebih lanjut Iqbal menyampaikan laporan perkembangan mahasiswa yang mengiktui program CoE ini, diantaranya pada Batch 1, dari peserta yang mengikuti program CoE yang lulus di semester 7 mencapai 95%, pada Batch 2 mencapai 50%, dan pada saat ini (2025) telah selesai dilaksanakan seleksi kegiatan Batch 3, yang diikuti 30 peserta yang akan mengikuti kegiatan CoE.
Dari program CoE Tourism and Hospitality, Titik S. Ariyanto dari JTP Group menyampaikan bahwa Selama kegiatan Magang CoE yang telah dilaksanakan di JTP, JTP merasa punya hutang untuk memberikan materi yang lebih detail dalam pengelolaan manajemen di destinasi wisata yang perlu disampaikan pada saat proses penyampaian materi sebelum kegiatan magang dilaksanakan di JTP. Ditambahkan pula bahwa di lanpangan, mahasiswa sering dibenturkan dalam situasi dimana mereka harus berlaku sebagai seorang leader, ada mahasiswa yang sudah mulai mengerti dan belajar sendiri, tetapi ada juga yang belum berani dan menguasai keadaan. “Pada pelaksanaan Batch 2, ada event yang 100% di handle langsung oleh mahasiswa magang CoE, yakni kegiatan Dino Night Run” cerita Titik.
Sugitho Adi, GM Grand Mercure Mirama Malang dan Surabaya menceritakan bahwa jika dibandingkan, batch 1 lebih unggul dibandingkan dengan batch 2, sehingga dengan hal tersebut, Sugitho ingin melakukan kolaborasi dengan mitra DUDI lain sehingga bisa menata lebih baik lagi untuk kegiatan batch 3.
Sugitho juga menceritakan, bahwa sejak kegiatan materi di kelas, sudah memantau dan mengenali mahasiswa yang menonjol, dari pengalaman tersebut ia berharap kepada pihak Prodi Manajemen untuk dapat memberikan sosialisasi gambaran tentang industri kepada mahasiswa sebelum memilih tujuan program CoE yang akan dipilih, sehingga hal ini akan membantu mengidentifikasi mahasiswa yang bersangkutan, lebih condong ke arah mana.
Sementara itu, Yanuar Arifin, GM Rayz UMM menceritakan keunggulan peserta Batch 2, dibandingkan dengan Batch 1, ia juga menceritakan aktivitas peserta program yakni setiap hari harus bisa memberikan daily report, dengan menyampaikan apa yang sudah dilakukan oleh masing-masing departemennya. Yanuar juga memberikan masukan kepada ihak Program Studi tentang apakah mungkin teori kelasnya dihilangkan saja, dikarenakan durasi 3 bulan untuk magang dirasa masih kurang bisa maksimal.
Teguh Hadi Sautro, dari Kapal Garden dan Dormy Hostel menyampaikan bahwa kegiatan Magang CoE ini akan menguntungkan kedua belah pihak, baik dari pihak universitas dan hotel tempat magang, karena kebutuhan akan Sumber Daya Manuasianya.

Hal senada juga disampaikan oleh DUDI dari program CoE Supply Chain Management, yakni Agung (PT. Loka Fiber), bahwa PT. Loka Fiber bergerak 3 tahun di bidang industri kapuk. secara SCM tidak terlalu spesifik, namun menambahkan di sisi marketing plan dan business plan. Ia menceritakan pula ahwa mahasiswa batch 1 sudah ada yang di hire juga di perusahaan. Pelaksanaan mahasiswa magang sudah dilakukan, dan memang melakukan by project, dan ekspor pengetahuan tentang ekspor memang harus ditingkatkan.
Dwi (PT. IDAKU (Retail and Baking Supplier menceritakan pengalaman tentang ahasiswa program CoE bahwa pada Batch 1 dan 2 ketika ditempatkan sesuai bidangnya peserta masih merasa enjoy, namun ketika mempelajari hal baru di bidang lain, mulai terlihat tidak nyaman. mahasiswa pada bulan pertama dan kedua banyak mengeluh terkait pekerjaan yang dikerjakan, namun bulan ketiga dan terakhir sudah mulai enjoy.
Sementara itu PT. Berdikari Meubel Nusantara memberikan saran kepada Program Studi Manajamen FEB agar pada kurikulum ditambahkan dengan materi yang membahas planning, market analysis, inventory planning. Mahasiswa bisa meningkatkan soft skill dan hard skill (minimal microsoft excel yang paling dasar). Beliau menmbahkan bahwa untuk skill komunikasi juga perlu ditingkatkan (sudah baik, namun untuk mengutarakan pendapat masih bisa dikembangkan lagi), termasuk juga untuk adaptabilitas (masih cukup kurang, dan membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi).
Bapak Heri (HRD PT. Bumi Pandaan Plastik), menceritakan pengalaman bahwa pada kegiatan magang CoE diperusahaannya, mahasiswa sudah dilibatkan dalam meeting staff, divisi produksi, general meeting. Bahkan beliau juga menceritakan ada dua mahasiswa magang yang membuatkan suatu program yang aplikatif sehingga digunakan di PT. Bumi Pandaan Plastik.
“Mahasiswa dikenalkan tentang kondisi awal perusahaan secara keliling dan diberi tugas untuk melakukan mengobservasi serta berdiskusi lebih lanjut. Mahasiswa batch 1 diminta untuk membuat SOP yang bisa digunakan di perusahaan dan diharapkan pada batch 3, mahasiswa harus lebih di detailkan oleh proses bisnis, sehingga bisa melakukan analisa yang lebih dalam” cerita Wahyu (HRD PT. Berkat Ganda Sentosa), menceritakan kegiatan mahasiswa magang CoE di Perusahaannya.


