Menyusul kabar gembira lolosnya tim dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada pendanaan BIMA Kemendiktisaintek 2026, kini saatnya kita mengintip lebih dalam gagasan brilian apa yang berhasil memikat para reviewer nasional.

Tim yang diketuai oleh Ardik Praharjo, S.AB., M.AB., bersama Luqman Dzul Hilmi, S.E., M.BA. dan Erni Mukti Rahayu, S.Hut., M.Ling ini sukses memenangkan pendanaan pada bidang fokus Sosial Humaniora (Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat – Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat).

Gagasan mereka tertuang dalam proposal berjudul: “Transformasi Digital melalui Search Engine Optimization untuk Branding Wisata Kopi Endemik dan Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Hutan Desa Tlekung”.

Pemilihan Desa Tlekung, Kota Batu, sebagai lokasi pengabdian bukanlah tanpa alasan. Desa ini menyimpan “harta karun” berupa Kopi Endemik Srandil, sebuah warisan ekologis dari era perkebunan kolonial Belanda. Terdapat delapan pohon induk kopi Srandil di sana yang tidak hanya bernilai lingkungan, tetapi juga menjadi identitas sejarah dan budaya lokal.

Sayangnya, potensi besar ini belum tergarap maksimal. Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sumber Makmur Sembada menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari minimnya visibilitas digital, lemahnya branding produk, hingga keterbatasan kapasitas manajerial dan tata kelola usaha kopi.

Menjawab keresahan tersebut, tim dosen UMM hadir dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang menggandeng pengurus LPHD, petani kopi, pemuda desa, hingga pemerintah desa. Intervensi yang diberikan tidak hanya sebatas teori, namun mencakup langkah-langkah praktis dan strategis yang dibagi ke dalam dua fokus utama:

Program pengabdian ini tidak hanya bertujuan mendorong ekonomi lokal berbasis komunitas dan memperluas akses pasar Kopi Srandil, tetapi juga dirancang selaras dengan target-target strategis makro.

Langkah inovatif ini sejalan dengan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) pada bidang ekonomi hijau, mendukung pencapaian program Asta Cita pemerintah, serta memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Lebih jauh lagi, program ini berkontribusi langsung pada tiga pilar Sustainable Development Goals (SDGs), yakni Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Tujuan 15 (Ekosistem Daratan).

Melalui sinergi antara teknologi digital (SEO) dan pemberdayaan masyarakat, tim dosen UMM membuktikan bahwa akademisi hadir untuk memberikan solusi nyata, mengangkat warisan lokal ke kancah digital, dan memastikan keberlanjutan lingkungan di Desa Tlekung.