ANALISIS PAKAR. Berbagai ulasan ekonomi global yang kerap diangkat oleh Wall Street Journal (WSJ) baru-baru ini menyoroti bahwa pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) di panggung korporasi dunia kini telah memasuki fase baru. Bukan lagi sekadar alat bantu operasional atau administratif sederhana, laporan tersebut memaparkan bahwa AI mulai memegang peran krusial dalam pengambilan keputusan strategis korporasi skala besar, mulai dari otomatisasi rantai pasok hingga analisis prediktif perilaku konsumen yang sangat akurat.

Menanggapi tren global yang ramai dibahas tersebut, salah satu dosen di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) menjelaskan bahwa sektor bisnis di Indonesia tidak punya pilihan lain selain bersiap dan beradaptasi secara cepat. Menurut analisis beliau, pergeseran peran AI ini akan menyentuh empat lini utama manajemen:

“Tantangan terbesar yang dihadapi industri domestik saat ini sebenarnya bukan pada ketersediaan teknologinya, melainkan pada kesiapan sumber daya manusia. Kita butuh talenta yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikan sistem digital tersebut ke dalam cetak biru strategi bisnis perusahaan,” ungkap salah satu dosen FEB tersebut.

Fenomena pergeseran global inilah yang sejak jauh hari telah diantisipasi oleh Program Studi Manajemen UMM dalam merancang kurikulum pendidikannya. Sadar akan pentingnya efisiensi dan digitalisasi di sektor riil, UMM menghadirkan program unggulan berupa Center of Excellence (CoE) Supply Chain Management serta CoE Tourism and Hospitality.

Melalui kelas profesional dan laboratorium modern yang disediakan, mahasiswa Manajemen UMM dididik secara spesifik untuk menguasai sistem otomasi logistik, pengelolaan risiko, dan operasional modern. Program akselerasi ini sekaligus melengkapi pilar keilmuan utama prodi, yaitu Manajemen Operasi, Manajemen Pemasaran, Manajemen SDM, dan Manajemen Keuangan.

Dengan integrasi kurikulum berbasis masa depan ini, lulusan Manajemen UMM dipersiapkan bukan hanya sebagai pekerja siap pakai, melainkan sebagai arsitek bisnis masa depan yang tangguh, solutif, dan adaptif terhadap gelombang disrupsi teknologi.