ANALISIS PAKAR. Fenomena efisiensi ketat di sektor industri teknologi dan startup global memicu lahirnya tren baru di bidang manajemen talenta, salah satunya adalah adopsi sistem kerja Fractional Chief Financial Officer (CFO). Berdasarkan kajian strategis yang kerap diulas dalam Forbes Technology Council, alih-alih merekrut direktur keuangan penuh waktu (full-time) dengan paket kompensasi yang sangat tinggi, banyak perusahaan rintisan kini memilih untuk menyewa jasa CFO berpengalaman secara paruh waktu atau berbasis proyek (fractional). Langkah taktis ini diambil guna mendapatkan analisis keuangan tingkat tinggi untuk kebutuhan penggalangan dana (fundraising) atau restrukturisasi tanpa membebani arus kas operasional (burn rate management) startup yang umumnya masih berisiko tinggi.

Menanggapi fenomena tata kelola finansial modern tersebut, pakar keuangan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memaparkan bahwa tren Fractional CFO ini mencerminkan fleksibilitas dunia industri masa kini. Bagi startup, ini adalah solusi cerdas untuk menjaga kestabilan modal di tengah pasar yang fluktuatif. Sementara bagi para profesional keuangan, tren ini membuka peluang karier baru yang sangat luas sebagai konsultan finansial independen yang dapat menangani beberapa korporasi sekaligus. Fenomena ini menuntut sarjana manajemen keuangan masa depan untuk tidak hanya menguasai teori pembukuan konvensional, tetapi juga memiliki ketajaman analisis makro, kemampuan mitigasi risiko, serta adaptabilitas yang tinggi terhadap teknologi keuangan (fintech).
Kebutuhan industri akan ahli keuangan yang adaptif dan analitis inilah yang mendasari perancangan kurikulum pada konsentrasi Manajemen Keuangan di Program Studi Manajemen UMM. Di prodi ini, mahasiswa dibekali dengan keahlian analisis pasar modal, manajemen portofolio, hingga perencanaan keuangan korporasi yang dinamis. Untuk mencetak profil lulusan yang berpandangan holistik, penguasaan aspek finansial ini dipadukan secara integral dengan ilmu Manajemen Pemasaran, Manajemen SDM, dan Manajemen Operasi. Ditambah lagi dengan dukungan program Center of Excellence (CoE) seperti Supply Chain Management serta Tourism and Hospitality yang terhubung langsung dengan industri riil, lulusan Manajemen UMM ditempa untuk menjadi arsitek keuangan masa depan yang andal dan siap diserap oleh korporasi nasional maupun global.
Referensi: Tren & Manajemen Keuangan Global: Laporan & Publikasi Forbes Technology Council mengenai efisiensi operasional startup, pengelolaan tingkat pembakaran kas (burn rate), dan pemanfaatan fractional executives.