ANALISIS PAKAR. Dinamika perdagangan internasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa ketahanan rantai pasok (supply chain resilience) telah menjadi salah satu faktor penentu keberlangsungan bisnis. Berbagai laporan dari organisasi internasional dan perusahaan konsultan global menunjukkan bahwa fluktuasi biaya logistik, gangguan jalur pelayaran, ketidakpastian geopolitik, hingga cuaca ekstrem telah meningkatkan risiko keterlambatan distribusi bahan baku dan lonjakan biaya operasional di berbagai sektor industri. Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk tidak lagi berfokus semata pada efisiensi biaya, tetapi juga pada kemampuan menjaga kontinuitas pasokan agar proses produksi tetap berjalan secara optimal.

Berbagai kajian mengenai manajemen rantai pasok menegaskan bahwa perusahaan yang bergantung pada satu pemasok (single sourcing) atau satu wilayah distribusi memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi ketika terjadi gangguan pada jaringan logistik global. Oleh karena itu, banyak perusahaan mulai menerapkan strategi diversifikasi rantai pasok melalui pendekatan multi-sourcing, pengembangan jaringan pemasok regional, serta peningkatan kolaborasi dengan mitra lokal. Strategi ini dinilai mampu memperkuat fleksibilitas operasional sekaligus mengurangi risiko terhentinya proses produksi akibat gangguan distribusi.
Dalam perspektif manajemen operasi, keberhasilan sebuah rantai pasok tidak lagi hanya diukur dari rendahnya harga pembelian bahan baku, tetapi juga dari keandalan sistem distribusi, ketepatan waktu pengiriman, serta kemampuan perusahaan mengantisipasi berbagai risiko yang dapat memengaruhi kelancaran operasional. Pemanfaatan teknologi digital, analisis data, sistem perencanaan persediaan (inventory planning), serta manajemen hubungan dengan pemasok menjadi bagian penting dalam membangun rantai pasok yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis global.
Kompetensi tersebut menjadi salah satu fokus pembelajaran di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM), khususnya pada bidang Manajemen Operasi dan Center of Excellence (CoE) Supply Chain Management. Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai strategi pengadaan, manajemen persediaan, distribusi, pergudangan modern, hingga analisis risiko logistik berbasis data dan teknologi digital. Pembelajaran tersebut dipadukan dengan penguatan kompetensi di bidang Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, dan Manajemen Sumber Daya Manusia sehingga lulusan memiliki kemampuan yang komprehensif dalam merancang strategi bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta menghadapi tantangan industri manufaktur maupun sektor jasa di era transformasi ekonomi global.