
Academic Writing menjadi salah satu materi dari kergiatan Workshop dalam Lokakarya Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang yang dilaksanakan di Samara Hotel and Resort Batu, pada 7 Februari 2025. Prof. Dr. Christina Whidya Utami, M.M. dari Universitas Ciputra menyampaikan materi dihadapan seluruh dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Fenomena BANI, demikian disampaikan Prof. Christina. “BANI adalah Bristol, Anxious, Non-linier, Incomprehensible. Bristol (rapuh): PT berusia 60 tahun keatas mulai mengalami kerapuhan. Kerapuhan internal. Organisasi berusia 60 tahun tidak boleh terlihat tua. Ambience dibangun”, paparnya.
Lebih lanjut beliau menjelaskan Anxious (cemas), yakni menyadari perkembangan teknologi. “Sudah sejauh mana kita mengikuti perkembangannya. Perlu mengirim delegasi untuk menghadiri pameran teknologi pendidikan (Edutech)”. Non-linier (tidak terkait): Incomprehensible (tidak dapat dipahami): mata kuliah kewirausahaan bukan lagi milik 1 prodi yg relevan dengan bisnis.
Dalam kesempatannya Prof. Christina menjelaskan juga tentang Kriteria dari world university ranking, yang terdiri dari 5 aspek, yakni yang pertama, Teaching (kelas bahasa inggris, student native, student inbound-outbound). Fasilitas yg diperlukan: mengidentifikasi alasan orang LN datang ke UMM untuk International student. Tunjukkan keunikan akademik di indonesia, misalnya: budaya bisnis di indonesia, family business, kelas internasional, dimulai dari 3 mata kuliah kelas yang full berbahasa inggris. bisa dibuat levelling: 1st materi berbahasa inggris (60%), 2nd materi dan dosen deliver dalam bahasa inggris (80%), 3rd materi, dosen, dan student full dalam bahasa inggris (100%).
Kedua lanjutnya, Research yang dinilai adalah outcome (publikasi) mendatangkan join research. Ketiga international outlook (teaching mobility, join research, in person conference), Keempat Industry (yang related dengan pemerintahan) misalnya dalam kegiatan penelitian international research PHC Nusantara, dan yang kelima adalah Holistic branding and reputation strategy: AUN-QA, FIBAA, berlanjut ke AACSB membership.
Terkait dengan academic writing dipaparkan, jika ada tuntutan outcome maka harus dikombinasi dengan mata kuliah creative and critical thinking. Sebagai contoh di Ciputra academic writing untuk S2 dan S3, karena di S1 lebih ke arah Design Thinking. Fenomena yang ada, apabila membimbing mahasiswa S1 gap apa yang paling terasa adalah pengorganisasian tulisan. mahasiswa membangun ide pokok pikiran dalam 1 paragraf saja masih tidak bisa atau kesulitan, sehingga karakteristik tulisan berupa naratif, deskriptif, argumentatif sebaiknya ditekankan terlebih dahulu dalam pembeljaran academic writing.


“Proses akademik terdapat pada kurikulum, maka kurikulum harus sangat menarik. Dimulai dari penamaan mata kuliah”, demikian saran yang disampaikan Prof Christina