Kabar membanggakan kembali datang dari produktivitas dosen Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, duet dosen hebat, Dr. Dewi Nurjannah, Dra., M.M. dan Dicky Wisnu Usdek Riyanto, Ph.D., turun langsung ke tengah masyarakat Kelurahan Gading Kasri melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Dengan penuh semangat, mereka mendampingi sekitar 14 anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) setempat dalam sebuah lokakarya kreatif bertajuk “Pengembangan Produk Sustainable Fashion dengan Teknik Ecoprint“. Melalui sentuhan dedikasi kedua dosen ini, dedaunan dan bahan alam di sekitar kelurahan disulap menjadi motif kain estetik bernilai ekonomi tinggi, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menyuarakan gaya hidup ramah lingkungan yang sedang tren di industri fesyen global.

   

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah misi pemberdayaan untuk mengasah kreativitas, keterampilan, dan memberikan nilai tambah pada produk berbasis potensi lokal. Dr. Dewi dan Dicky membimbing para anggota KSM agar mampu menghasilkan produk fashion yang tidak hanya cantik, tetapi juga memiliki daya saing kuat di pasar profesional. Dengan teknik ecoprint, masyarakat Gading Kasri kini memiliki bekal berharga untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga melalui produk yang ramah lingkungan. Langkah ini membuktikan bahwa ilmu manajemen yang diajarkan di kelas-kelas UMM dapat diimplementasikan secara konkret dan memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

Keberhasilan program di Gading Kasri ini merupakan bagian kecil dari potret besar komitmen UMM dalam ranah pengabdian. Di UMM, aktivitas Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dirancang sedemikian rupa agar menjadi wadah bagi dosen dan mahasiswa untuk saling berkolaborasi menyebarkan kebermanfaatan. Bagi para dosen, program PkM yang dikelola di bawah Biro Riset, Pengabdian dan Publikasi (RPK) serta LPPM UMM ini menjadi peluang emas untuk membumikan hasil riset akademik ke dalam solusi nyata, mulai dari pendampingan UMKM, digitalisasi usaha, hingga program kesehatan masyarakat. Tentu saja, ruang ini sangat terbuka lebar bagi para dosen dan mahasiswa untuk terus melahirkan ide-ide pengabdian yang kreatif dan solutif di masa mendatang.

Tidak hanya dosen, kesempatan untuk terjun langsung mengabdi juga terbuka sangat luas bagi mahasiswa UMM melalui berbagai skema menarik. Mahasiswa dapat memenuhi kewajiban pengabdiannya dengan cara yang seru melalui Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Skema yang menjadi pengganti KKN konvensional ini dilakukan secara mandiri dalam kelompok kecil (biasanya 5 orang) untuk menginisiasi program edukasi hingga pengembangan potensi lokal di desa-desa. Selain itu, bagi mahasiswa yang menyukai tantangan dan kompetisi tingkat nasional, terdapat program PKM-PM (Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian Masyarakat) dari Kemendikbudristek. Lewat skema ini, proposal solusi inovatif non-profit yang diajukan mahasiswa berkesempatan mendapatkan pendanaan langsung dari pemerintah jika lolos seleksi. Jadi, tunggu apa lagi? Mari manfaatkan berbagai program pengabdian ini sebagai sarana untuk belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa!