Setelah sebelumnya sukses mengukir prestasi dengan mengamankan pendanaan nasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026, tim pengabdian masyarakat dosen UMM kini resmi tancap gas di lapangan. Kolaborasi apik lintas disiplin ilmu yang digawangi oleh dua dosen prodi Manajemen FEB UMM, Ardik Praharjo, S.AB., M.AB. dan Luqman Dzul Hilmi, S.E., M.M., bersama Erni Mukti Rahayu, S.Hut., M.Ling. dari Prodi Kehutanan, kini mulai merealisasikan program pengabdian mereka secara nyata di Desa Tlekung, Kota Batu. Langkah ini menjadi babak baru sekaligus pembuktian komitmen mereka untuk tidak sekadar memenangkan kompetisi proposal, melainkan membawa perubahan nyata bagi masyarakat mitra.

Di Desa Tlekung, tim pengabdian ini tengah fokus menggarap program bertajuk “Transformasi Digital Kopi Endemik melalui Search Engine Optimization (SEO) untuk Penguatan Branding dan Kelembagaan Kelompok Tani Hutan”. Saat ini, aktivitas pendampingan intensif mulai berjalan untuk membantu para petani kopi setempat agar lebih berdaya saing di pasar digital. Lewat sentuhan kepakaran manajemen bisnis dan teknologi, tim dosen membantu mengoptimalkan visibilitas produk kopi endemik lokal di mesin pencari, merancang identitas merek (branding) yang kuat, serta menata ulang kelembagaan kelompok tani hutan agar lebih solid, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri modern.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, program PkM ini berhasil lolos seleksi nasional yang sangat ketat melalui portal BIMA sejak akhir tahun lalu hingga diumumkan pada periode Februari-April 2026. Keberhasilan program ini dalam melewati kurasi ketat Kemendiktisaintek tentu bukan tanpa alasan. Program pengabdian di Desa Tlekung ini dinilai sangat strategis karena tidak hanya selaras dengan visi pembangunan Asta Cita pemerintah dan mendukung pencapaian minimal dua poin Sustainable Development Goals (SDGs), tetapi juga langsung menjawab dua sektor prioritas nasional sekaligus pada tahun 2026, yaitu ketahanan pangan dan transformasi digital.
Aksi nyata yang sedang berlangsung di Desa Tlekung ini menjadi bukti konkret bahwa riset dan gagasan akademis dari dosen-dosen Prodi Manajemen FEB UMM tidak berhenti di atas kertas atau sekadar menjadi laporan prestasi. Dengan dimulainya program ini, diharapkan kelompok tani hutan di Kota Batu segera merasakan dampak positif yang berkelanjutan, sekaligus menginspirasi civitas akademika lainnya untuk terus melahirkan karya pengabdian yang membumi dan solutif.