TIPS & EDUKASI. Di era transformasi digital yang masif, kehadiran platform kecerdasan buatan (Generative AI) seperti ChatGPT, Claude, atau Gemini telah mengubah lanskap dan cara kerja riset pasar secara fundamental. Kendati demikian, efektivitas, kedalaman, dan akurasi wawasan bisnis yang dihasilkan oleh teknologi kecerdasan buatan tersebut sangat bergantung pada bagaimana cara pengguna merumuskan instruksinya. Keterampilan menyusun kalimat perintah yang efektif, presisi, dan spesifik inilah yang dikenal sebagai Prompt Engineering. Kompetensi baru ini kini mulai bergeser menjadi syarat wajib bagi para profesional pemasaran modern. Relevansi keahlian ini diperkuat oleh laporan World Economic Forum yang menempatkan Prompt Engineering dan literasi AI sebagai salah satu keterampilan teknologi dengan pertumbuhan permintaan paling pesat di industri global, guna menjembatani efisiensi operasional dengan ketepatan strategi korporasi.

Menanggapi kebutuhan kompetensi adaptif tersebut, pakar manajemen pemasaran sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), membagikan formula praktis menyusun perintah AI untuk kebutuhan riset pasar mahasiswa menggunakan metode R-C-I-O. Formula terstruktur ini diawali dengan menentukan Role (Peran) spesifik bagi AI, misalnya menginstruksikannya bertindak sebagai seorang ahli riset pasar digital profesional. Langkah berikutnya adalah memberikan Context (Konteks) latar belakang masalah yang jelas, seperti rencana peluncuran produk kopi susu literan siap minum bagi segmen mahasiswa rantau. Setelah itu, pengguna harus merumuskan Instruction (Instruksi) tugas yang gamblang, semisal menganalisis tiga tren perilaku konsumen terbesar di media sosial terkait konsumsi kopi saat ini. Terakhir, formula ditutup dengan menentukan format Output (Hasil) yang diinginkan, seperti meminta AI menyajikannya dalam bentuk tabel perbandingan yang ringkas dan siap dianalisis.
Pemanfaatan teknologi mutakhir untuk akselerasi dan efisiensi bisnis seperti ini senantiasa menjadi perhatian penuh di Program Studi Manajemen UMM. Agar setiap lulusannya memiliki daya saing tinggi, Prodi Manajemen UMM secara konsisten mengintegrasikan penggunaan perangkat teknologi digital ke dalam kurikulum empat pilihan konsentrasi unggulannya, yakni Manajemen Pemasaran, Keuangan, SDM, dan Operasi. Melalui pendekatan praktikum berbasis industri yang diselenggarakan di laboratorium prodi, mahasiswa tidak sekadar belajar teori, melainkan dilatih langsung untuk menguasai berbagai keterampilan digital esensial ini sejak dini. Integrasi akademis dan teknologi praktis inilah yang menjadi komitmen utama Manajemen UMM dalam melahirkan sarjana manajemen yang kompeten, adaptif, serta berwawasan masa depan.