Pada Ramadhan 1447 H, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan spiritualitas bertajuk “Pengajian Ramadhan: Ibadah antara Keikhlasan dan Kewajiban”. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan pada Rabu (11/03) bertempat di Ruang Laboratorium Manajemen 1.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Bapak dan Ibu Dosen di lingkungan Prodi Manajemen FEB UMM. Hadir sebagai narasumber utama adalah Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., yang didampingi langsung oleh Ketua Program Studi Manajemen FEB UMM saat memaparkan materi di hadapan para peserta.

Dalam tausiyahnya, Prof. Syamsul Arifin menekankan bahwa ibadah tidak boleh sekadar dipandang sebagai penggugur kewajiban formal belaka. Beliau membedah konsep ikhlas secara mendalam agar setiap aktivitas akademik maupun sosial yang dilakukan oleh para dosen bernilai pahala di sisi Allah SWT.

Beliau memaparkan bahwa terdapat tiga tingkatan ikhlas yang perlu dipahami:

Selain membahas ikhlas, Prof. Syamsul Arifin juga memberikan penekanan khusus pada konsep Muraqabah (pengawasan). Beliau menjelaskan bahwa Muraqabah adalah kondisi mental dan spiritual di mana seorang hamba merasa senantiasa diawasi dan diamati oleh Allah SWT dalam setiap helaan napas dan tindakannya.

“Ikhlas sulit dicapai tanpa adanya kesadaran Muraqabah. Jika seorang dosen merasa ‘diawasi’ oleh Allah dalam menjalankan tugasnya, maka integritas dan keikhlasan akan muncul secara alami, baik saat dilihat oleh orang lain maupun saat sendirian,” tegas Prof. Syamsul.

Beliau menambahkan bahwa dengan mempraktikkan Muraqabah, seorang akademisi tidak hanya mengejar performa kerja secara administratif, tetapi juga menjaga kualitas niat karena menyadari bahwa Allah adalah saksi atas segala niat yang tersembunyi di dalam hati.

   

Ketua Prodi Manajemen dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajian ini merupakan upaya menjaga keseimbangan antara kesibukan profesional dengan pemenuhan nutrisi ruhani. Harapannya, nilai-nilai Muraqabah dan ikhlas ini dapat diimplementasikan dalam budaya kerja di lingkungan Manajemen FEB UMM.