Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) kembali menunjukkan langkah nyata dalam menyukseskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Langkah konkret ini diwujudkan melalui kunjungan kerja strategis ke Dea Bakery untuk menemui Bapak Dimas Pangestu selaku Factory and Logistic Head Division pada Jum’at, 5 Juni 2026. Kunjungan ini dilaksanakan sebagai ruang diskusi dan sharing bersama praktisi dunia industri, khususnya di bidang manajemen operasional dan logistik. Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak menjajaki berbagai peluang kolaborasi, mulai dari program magang mahasiswa, penyusunan kurikulum berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), hingga pengajaran dan penelitian bersama yang diharapkan dapat saling memberikan manfaat bagi dunia akademik maupun industri.

Dalam agenda penting ini, tim dari Program Studi Manajemen FEB UMM diwakili oleh jajaran dosen yang kompeten di bidangnya, yaitu Chalimatuz Sa’diyah, S.E., M.M., Viajeng Purnama Putri, S.E., M.M., dan Rinaldy Achmad Roberth Fathoni, S.AB., M.M. Kehadiran perwakilan prodi ini menjadi jembatan utama untuk menyelaraskan kebutuhan riil industri dengan konsep kurikulum yang adaptif, sekaligus memastikan peluang kerja sama teoretis dan praktis dapat segera diimplementasikan dengan baik.
Kunjungan ini menjadi momentum krusial seiring dengan tekad kuat Prodi Manajemen FEB UMM untuk membentuk Center of Excellence (CoE) berbasis Supply Chain Management (SCM). Program kelas profesional unggulan ini dirancang dengan tujuan utama menghasilkan lulusan yang andal dan mampu mengelola rantai pasokan secara efektif dari hulu ke hilir. Melalui kurikulum CoE SCM, mahasiswa dididik agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengeksekusi dan menghasilkan produk atau layanan yang bernilai tambah tinggi (value-added) dengan memanfaatkan integrasi teknologi modern. Kehadiran praktisi industri seperti Bapak Dimas Pangestu diharapkan dapat memberikan gambaran riil mengenai tantangan logistik dan distribusi di era digital kepada ekosistem akademik kampus.
Sinergi yang dijalin dengan Dea Bakery ini dinilai sangat relevan dan strategis bagi pengembangan kelas CoE SCM. Didirikan oleh Mulyani Hadiwijaya selaku founder, Dea Bakery dikenal luas sebagai produsen yang menghadirkan roti, kue, dan pastry segar berkualitas tinggi dengan komitmen tanpa kompromi, mulai dari pemilihan bahan terbaik hingga detail proses pembuatan. Menariknya, perusahaan ini tumbuh dengan memegang teguh nilai kekeluargaan, komitmen sosial melalui berbagai program CSR, serta jaminan keamanan pangan yang dibuktikan dengan sertifikasi Halal dari MUI, izin BPOM, Piagam Bintang Satu Keamanan Pangan, hingga raihan Rekor MURI. Dengan jaringan distribusi produk segar yang luas, tata kelola pabrik dan manajemen logistik (factory and logistics) yang diterapkan oleh Dea Bakery menjadi potret studi kasus rantai pasok yang sangat kaya untuk dipelajari oleh para mahasiswa.
Sebagai informasi tambahan, Program Studi Manajemen FEB UMM berkomitmen penuh mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja melalui penyediaan empat konsentrasi keahlian utama, yaitu konsentrasi Keuangan, Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), Pemasaran, dan Operasi. Untuk mengakselerasi kompetensi spesifik mahasiswa di luar perkuliahan reguler, Prodi Manajemen UMM juga terus memperluas program kelas profesional mandiri. Selain kelas CoE Supply Chain Management (SCM) yang sedang dikembangkan saat ini, prodi juga telah sukses menyelenggarakan program CoE Tourism and Hospitality untuk melahirkan tenaga profesional yang siap memimpin di sektor industri pariwisata dan perhotelan nasional maupun internasional.