Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB-UMM) kembali menunjukkan keseriusannya dalam mencetak tenaga profesional di bidang pariwisata. Pada Senin sore (6/4/2026), giliran Kelas CoE Hospitality yang melaksanakan Kuliah Perdana secara eksklusif langsung di lokasi industri, yaitu di Ruang Meeting Rayz Hotel UMM.
Acara yang dimulai pukul 15.00 WIB ini menghadirkan tokoh kunci dalam industri perhotelan, Yanuar Arifin, S.Par., M.M., yang merupakan General Manager (GM) Rayz Hotel UMM. Kehadiran praktisi papan atas ini memberikan kesempatan langka bagi mahasiswa untuk membedah standar pelayanan hotel bintang empat secara mendalam.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari penguatan kurikulum berbasis industri di lingkungan FEB UMM. Menariknya, pada pagi hari di hari yang sama, Prodi Manajemen juga telah sukses menyelenggarakan kegiatan serupa untuk Kelas Pariwisata dengan menghadirkan pakar dari Jatim Park (JTP) Group di Ruang Sidang FEB UMM.

Rangkaian kegiatan marathon ini membuktikan komitmen prodi dalam menghubungkan mahasiswa dengan berbagai sektor, mulai dari destinasi wisata (theme park) hingga manajemen perhotelan.
Dalam sesinya, Yanuar Arifin menekankan bahwa dunia hospitality bukan sekadar soal pelayanan teknis, melainkan tentang membangun pengalaman pelanggan (customer experience). Mahasiswa harus memiliki mentalitas ‘global standard’. Di Rayz Hotel, beliau menginginkan mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana teori di kelas diaplikasikan dalam operasional hotel yang sesungguhnya.
Program CoE di Prodi Manajemen UMM kini menjadi magnet bagi mahasiswa yang ingin memiliki kompetensi spesifik di luar kurikulum reguler. Saat ini, terdapat dua pilar utama CoE yang dikembangkan:
- CoE Tourism and Hospitality: Fokus pada manajemen destinasi dan perhotelan.
- CoE Supply Chain Management (SCM): Fokus pada rantai pasok dan logistik global.
Melalui skema ini, lulusan Prodi Manajemen FEB-UMM diharapkan tidak hanya menyandang gelar sarjana, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang diakui oleh dunia industri (DUDI).