Prestasi membanggakan kembali diukir oleh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, sebuah kelompok mahasiswa lintas disiplin ilmu berhasil meloloskan proposal bisnis inovatif mereka dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahun 2026. Kelompok yang diketuai oleh Amir Rafi Azmi ini berhasil melewati serangkaian seleksi ketat, mulai dari administrasi, substansi, hingga justifikasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diselenggarakan oleh Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Lewat keberhasilan ini, tim UMM berhak mendapatkan pendanaan penuh untuk merealisasikan ide bisnis mereka di kategori makanan dan minuman.

Mengusung produk herbal berbasis rambut jagung yang diformulasikan khusus untuk relaksasi dan manajemen kecemasan ringan, usaha yang masih berada di tahapan awal ini mengombinasikan keilmuan yang unik. Di bawah bimbingan dosen berpengalaman, Ayu Diawi Ismayawati, M.Sc., Ph.D., tim ini beranggotakan lima mahasiswa kreatif. Mereka adalah Amir Rafi Azmi dan Rivaldi Cahya Nugroho dari Program Studi Teknologi Pangan yang fokus pada formulasi rasa dan keamanan pangan, serta Zakiy Zamzi dan Nizam Abia Elazar dari Program Studi Psikologi yang memperkuat riset efek psikologis relaksasi produk.
Di antara kolaborasi apik tersebut, aspek komersialisasi dan strategi manajerial tim ini dinakhodai oleh Rizky Putra Arnanda, seorang mahasiswa berbakat dari Program Studi Manajemen Angkatan 2024. Sebagai representasi dari rumpun bisnis, Rizky memainkan peran krusial dalam menyusun kelayakan usaha, strategi pemasaran, serta tata kelola keuangan agar produk herbal ini siap bersaing di pasar riil. Kehadiran Rizky dalam kompetisi nasional ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Program Studi Manajemen UMM berkomitmen penuh dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berprestasi. Di Prodi Manajemen UMM, perkuliahan tidak melulu soal teori di bangku kuliah, melainkan sebuah ekosistem yang mendukung mahasiswa untuk aktif berinovasi, berkompetisi, dan meraih prestasi di berbagai bidang non-akademik, termasuk dunia entrepreneurship.
Keberhasilan Rizky dan timnya dalam ajang P2MW 2026 ini tentu menjadi riak semangat baru. P2MW sendiri merupakan program prestisius dari pemerintah yang dirancang khusus untuk mencetak wirausahawan muda di tingkat perguruan tinggi. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya diberikan modal usaha berupa pendanaan, tetapi juga dibekali dengan pembinaan, pendampingan berkala, serta jejaring bisnis yang luas. Dengan dukungan penuh dari kampus dan skema P2MW, produk teh herbal rambut jagung karya mahasiswa UMM ini diharapkan dapat segera memasuki tahap produksi dan menjadi solusi alami yang diminati masyarakat luas dalam mengatasi stres sehari-hari.