Colloquium Sesi 2: Empat Hal Mencapai Potensi Maksimal

Di kesempatan sesi kedua dari rangkaian kegiatan Colloquium FEB UMM “Strategi Transformasi UKM: Inovasi, Literasi Digital dan Kepemimpinan Visioner” yang dilaksanakan pada 4 Januari 2025, di aula Basement Dome UMM ini menampilkan Dr. Erna Retna R., M.M, yang merupakan salah satu doktor baru dari Prodi Manajemen FEB – UMM, serta menampilkan pula Prof. Dr. Heri Pratikto, M.Si, sebagai pembanding, yang beliau sendiri merupakan dosen dari keempat doktor baru Prodi Manajemen dalam menempuh pendidikan S3 di Universitas Negeri Malang. Kegiatan pada sesi kedua ini dipandu moderator Muhammad Sri Wahyudi S., M.E., Ph.D., yang semestinya juga menampilkan Dr. Dewi Nurjannah, M.M, untuk berbicara pada sesi ini, namun karena terkendala kondisi kesehatan, beliau berhalangan hadir. Erna mengawali pemaparan dengan menyampakna bahwa “UKM sangat unik, dan perlu dilestarikan, karena sejak masih kecil hingga tumbuh semakin besar, telah dapat menopang perekonomian daaerah”. ditambahkan “untuk membangun UKM yang unggul memerlukan sinergi antara literasi digital, inovasi, dan kepemimpinan yang visioner”. Kesempatan berikutnya diberikan kepada Prof Heri sebagai pembanding pada kegiatan sesi kedua. Beliau menyatakan “Tantangan kita, ternyata kampus besar belum secara produktif mengembangkan inovoasi dan menghasilkan teknologi, padahal seharusnya harus berangkat dari kampus, seperti pesan Ali bin Abi Tholib memberikan nasehat: Perbaiki hatimu maka hatimu akan memperbaiki pikiranmu, perbaiki pikiranmu maka pikiranmu akan memperbaiki lisanmu, perbaiki lisanmu maka lisanmu akan memberbaiki tindakanmu dan tindakanmu akan menentukan nasibmu”. Dilanjutkan “tulisan ini ditulis Ali bin Abi Thalib, disitasi oleh margareth teacher, jadi grand teorinya dari Ali Bin Abi Thalib, tokoh muslim” Dalam pemaparannya juga disampaikan tentang empat hal yang perlu diperhatikan oleh negara manapun di dunia untuk mencapai potensi maksimal untuk masa depan, yakni: 1) berinvestasi ke Human Capital, 2) Berinvestasi ke Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), 3) Membina dan mendukung Inovasi dan Kewirausahaan, 4) Meminimalkan kemiskinan. Kegiatan forum ilmiah ini dilengkapi dengan kegiatan tanya jawab dari peserta di setiap sesinya. Kegiatan formum ilmiah yang menampilkan keempat doktor baru FEB – UMM ini, juga mengundang 2 orang tokoh eksternal kampus sebagai pembanding, serta dihadiri oleh para dosen di Lingkungan FEB serta beberapa perwakilan mahasiswa FEB UMM. Tema yang diangkat dalam kolokium ini memang merefleksikan tantangan sekaligus peluang yang dihadapi UKM di tengah derasnya arus digitalisasi. Transformasi yang menitikberatkan pada inovasi, literasi digital, dan kepemimpinan visioner dipandang sebagai jurus jitu untuk mendongkrak daya saing UKM, tak hanya di kancah nasional, tetapi juga di pasar global. Melalui kolokium ini, FEB UMM menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan UKM melalui riset, pelatihan, dan kerja sama lintas sektor. Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi para pelaku UKM untuk terus mengembangkan usahanya, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian Indonesia. Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang solid, UKM Indonesia diharapkan mampu menjadi pemain utama, tak hanya di negeri sendiri, tetapi juga di panggung dunia.

Prodi Manajemen UMM Perkenalkan 4 Doktor Baru

Sabtu, 4 Januari 2025 tercatat sebagai agenda kegiatan forum ilmiah perdana Fakultas Ekonomi dan Bisnis – UMM di Tahun 2025, yakni dengan deselenggarakannya kegiatan Colloquium FEB UMM “Strategi Transformasi UKM: Inovasi, Literasi Digital dan Kepemimpinan Visioner”. Menjadi catatan sejarah pula bagi Program Studi Manajemen FEB – UMM yang dapat memperkenalkan 4 (empat) Doktor baru dari lingkungan Prodi Manajemen karena telah menyelesaikan studi S3 yang kesemuanya dari Universitas Negeri Malang. Keempat doktor tersebut adalah: Dr. Uci Yuliati, M.M., Dr. Erna Retna R., M.M., Dr. Dewi Nurjannah, M.M. serta Dr. Titiek Ambarwati, M.M., keempatnya merupakan doktor senior yang telah lama mengabdi di Prodi Manajemen FEB-UMM. Bertempat di Aula Basement Dome UMM, kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini berlangsung dalam 2 sesi yang selain menampilkan keempat doktor tersebut juga mengundang tamu luar sebagai pembanding. Dr. Uci Yuliati, M.M. dan Dr. Titiek Ambarwati, M.M., tampil pada sesi pertama dengan pembanding Althaf Guhar El Naqvi, M.M., yang merupakan Human Resource dan Innovation Facilitator PT Astra Internasional Tbk. Kegiatan dipandu oleh Dr. Rizki Febriani S.E., M.M. sebagai moderator kegiatan sesi pertama. Pentingnya inovasi dan literasi digital bagi UKM di era modern. “UKM harus mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnis. Dalam hal ini adalah inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar serta penguasaan literasi digital. Dengan begitu pertumbuhan UKM di era modern akan lebih masif,” tegasnya Dr. Uci Yuliati, M.M. dalam pemaparannya. Uci juga menyoroti peran vital dunia akademik dalam memberikan arahan dan pelatihan, serta pemerintah dalam menyiapkan program yang relevan untuk mendukung pertumbuhan UKM. Menurutnya, sinergi kedua pihak ini menjadi krusial agar UKM dapat bergerak lincah dan adaptif di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Sementara itu dalam pemaparannya, Dr. Titiek Ambarwati, M.M., menekankan pentingnya perubahan mindset di kalangan pemilik usaha. “Inovasi dan program saja tidak cukup, akan tetapi juga harus mampu mengelola dan menciptakan sumber daya manusia yang cakap untuk mendukung inovasi yang berkelanjutan,”. Menurutnya, pemilik UKM harus didorong untuk berani menghadapi tantangan dan melihat setiap masalah sebagai anak tangga untuk tumbuh dan berkembang. Althaf Gauhar El Naqvi menyampaikan dalam kesempatannya tentang ketegasan kepemipinan yang menjadisalah satu kunci percepatan pertumbuhan UKM. “Generasi muda perlu dibekali dengan pendidikan yang mendorong kreativitas agar mampu menjadi pelaku bisnis yang inovatif. Tanpa kreativitas dan keberanian, sulit bagi UKM untuk bertahan di era digital ini,”. Pemimpin UKM, harus memiliki visi yang jelas dan kemampuan untuk menginspirasi timnya agar dapat bersama mengarungi berbagai tantangan di masa depan, urai Althaf yang menjadi pelengkap sharing keilmuan pada sesi pertama kegiatan ilmiah tersebut.